Nikmat Islam adalah Nikmat Terbesar

Alhamdulillaah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in

Barangkali sebagian dari diri kita telah lama memeluk agama Islam, selama 10 tahun, 20 tahun, atau bahkan 60 tahun lamanya. Namun cobalah untuk bertanya kepada diri sendiri, sudahkan kita merasakan nikmatnya Islam? Barangkali sebagian besar dari diri kita telah mengenal Islam sejak lahir, karena kedua orang tua kita adalah muslim. Sehingga Islam yang kita jalani sehari-hari hanya kita anggap sebagai sesuatu yang kita laksanakan mengikuti agama orang tua kita.

Pernahkah kita merasakan nikmatnya Islam yang telah kita miliki? Pernahkah kita merasakan kenikmatan saat berdoa? Pernahkan kita merasakan kenikmatan saat sholat malam? Apakah Islam telah menjadi sesuatu yang biasa saja dari diri kita, seolah hal itu bukan merupakan suatu hal  yang berharga?

Ketahuilah saudaraku, bahwa Islam yang kita miliki saat ini adalah nikmat yang sangat besar dan sangat mahal. Sebutkanlah kenikmatan duniawi yang paling besar dari yang kita ketahui, maka kenikmatan tersebut tidak akan pernah menandingi besarnya kenikmatan Islam. Ada beberapa alasan mengapa nikmat Islam adalah nikmat yang paling besar, yaitu:

1. Allah-lah yang telah memilih agama Islam bagi kita

Dalam surat Al-Baqarah ayt 132, Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagi kalian, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.”

Inilah alasan pertama mengapa Islam merupakan nikmat terbesar yang kita miliki dalam hidup kita, karena Allah telah memilih agama ini bagi kita. Bayangkanlah jika kita memiliki sebuah mobil yang dipilihkan oleh seorang presiden, tentulah kita merasa sangat bahagia dan bangga dengan mobil yang kita miliki. Dan tentulah ini tidak bisa dibandingkan dengan kebahagiaan dan kebanggaan Islam yang kita miliki, karena yang memilihkan bagi kita adalah Rabb semesta alam!

Karena itulah Nabi Ibrahim dan Nabi Ya’qub mewasiatkan ucapan tersebut kepada anak-anak mereka dan berpesan bahwa jangan sampai mereka mati kecuali dalam keadaan memeluk agama Islam.

2. Kita meminta agama Islam kepada Allah paling tidak sebanyak 17 kali dalam sehari

Dalam satu hari, paling tidak kita membaca Al-Fatihah sebanyak 17 kali di dalam sholat kita. Dan salah satu ayat dalam surat tersebut adalah:

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

“Tunjukilah Kami jalan yang lurus.”

Apakah yang paling kita inginkan dalam hidup kita? Saat kita terlilit hutang, barangkali kita terus berdoa untuk dibebaskan dari hutang kita. Saat kita berada dalam kondisi sakit, tentu kita pun akan terus berdoa supaya kita terbebas dari sakit kita. Namun akankah kita sampai berdoa meminta hal tersebut sampai 17 kali dalam sehari? Biasanya tidak.. Karena itulah Islam merupakan nikmat terbesar yang  terbesar, sampai-sampai kita memintanya paling tidak 17 kali dalam hidup kita.

3. Islam hanya diberikan kepada hamba yang terpilih

Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Qashash ayat 56,

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Lihatlah, bahwa Allah hanya memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Allah kehendaki, Allah pilih. Sehingga Islam yang kita miliki saat ini adalah sesuatu yang menunjukkan bahwa kita adalah salah satu dari orang yang terpilih. Dan lihatlah bahwa ada begitu banyak orang-orang dekat Nabi yang tidak termasuk dalam orang-orang yang dipilih oleh Allah. Lihatlah istri dan anak Nabi Nuh, istri Nabi Luth, bahkan paman Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yang sangat mereka kasihi. Para Nabi tersebut sangat menginginkan keluarga mereka mendapatkan petunjuk, namun mereka tidak mendapatkannya. Sehingga kita mendapatkan kemuliaan yang lebih daripada keluarga Nabi tersebut! Apakah ini tidak cukup bagi kita untuk merasakan bahwa nikmat Islam adalah nikmat terbesar?

Barangkali kita merasa iri terhadap orang-orang non-muslim yang ada di sekitar kita. Mereka mendapatkan harta yang melimpah ruah, sementara Allah Subhaanahu wa ta’ala belum memberikan kelonggaran rezeki bagi kita. Ingatlah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Lihatlah, bahwa orang-orang kafir tersebut mendapatkan harta tersebut karena bahwa sesungguhnya seluruh dunia dan isinya tidak lebih berharga dibanding sayap nyamuk di sisi Allah! Sementara kita mendapatkan kenikmatan yang lebih besar dari itu, kita dipilih oleh Allah untuk mendapatkan kenikmatan tersebut.

4. Para Rasul senantiasa memohon kepada Allah Islam bagi mereka dan keturunan mereka

Sebagaimana Nabi Ibrahim‘alaihissalam yang berdoa yang terkutip dalam Surat Ibrahim ayat 40:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku

Para Rasul Allah tidak akan memohon sesuatu bagi mereka dan keturunan mereka melainkan sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan mereka. Cukuplah kenyataan tersebut menunjukkan bahwa nikmat Islam yang kita miliki adalah nikmat terbesar yang ada dalam hidup kita.

Poin-poin yang disebutkan di atas tentu cukup untuk meyakinkan diri kita bahwa kita telah mendapatkan nikmat terbesar yang mungkin didapat oleh seorang manusia. Sehingga kita wajib bersyukur dan menjaga nikmat tersebut. Ketika seseorang memiliki 1kg emas, tentu dia akan berusaha sekuatnya untuk menjaga harta tersebut. Bagaimana dengan kita yang telah mendapatkan nikmat yang jauh di atas hal tersebut? Tentulah kita wajib melakukan penjagaan yang lebih dibanding itu. Ada beberapa cara bagi kita untuk menjaga nikmat Islam yang telah kita miliki, yaitu:

1. Menuntut Ilmu

Ilmulah yang akan menjaga kita dan agama kita. Karena dengan mempelajari Islam, kita akan semakin mengetahui betapa berharganya Islam, dan kita akan lebih berusaha untuk menjaganya. Seseorang tidak akan mengetahui betapa berharganya suatu hal kecuali jika dia telah mengilmui hal tersebut. Karena itu kita wajib untuk terus menuntut ilmu agama ini dalam hidup kita.

2. Bersama dengan orang sholeh

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الرجل على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

Seseorang mengikuti agama kawannya, maka hendaknya salah seorang di antara kamu melihat siapa yang menjadi kawannya.” (HR. Abu dawud dan Tirmizi, Shahihul Jaami’ no. 3545)

Jika kita berkawan baik dengan seorang pencuri, maka akan berat bagi kita untuk tidak ikut mencuri. Begitu pula jika kita berkawan baik dengan seorang pemabuk, maka kita akan menganggap bahwa mabuk merupakan sesuatu yang biasa saja. Karena itu kita wajib untuk mencari kawan dekat dari orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Hal itu akan lebih memudahkan kita untuk menjaga nikmat yang telah kita miliki saat ini.

3. Berdoa

Hal ini merupakan hal yang terpenting, karena Allah Subhaanahu wa ta’ala merupakan pemilik hidayah, dan hanya kepada-Nya lah kita memohon untuk ditetapkan dalam hidayah. Karena itulah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa ini kepada kita:

« يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ »

Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik” artinya ‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu’

Semoga kita dapat menyadari nikmat terbesar yang telah kita miliki saat ini, dan semoga Allah memudahkan bagi kita untuk menjaga nikmat terbesar yang kita miliki ini.

Catatan kajian Ustadz Yusuf Iskandar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s