Nikmat Allah selain Harta

Alhamdulillaah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in

Barangkali sebagian dari kita berpikir bahwa harta adalah nikmat Allah yang sanget besar, bahkan nikmat yang terbesar. Manusia sering terpesona dengan kemilau harta, yang seolah menjadi lambang kenikmatan dunia. Rumah yang megah, kendaraan yang mewah, dan uang yang melimpah menjadi hal-hal yang dikejar dalam hidup sebagian besar manusia.

Namun pernahkah kita berpikir, bahwa ada banyak nikmat yang jauh lebih berharga dibandingkan harta? Hal-hal yang sebetulnya kita miliki bersama kita, namun kita tidak bersyukur atasnya? Tentu saja, manusia diizinkan untuk mencari dan mengumpulkan harta, dan jika mereka menggunakannya di jalan Allah, maka hal tersebut akan bermanfaat baginya di dunia dan akhirat. Namun menjadikan harta sebagai satu-satunya tujuan dunia? Dan hanya mengucap syukur ketika mendapat kelebihan harta dan selalu menggerutu ketika mengalami kekurangan harta?

Semoga kita termasuk hamba Allah yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan kepada kita, baik itu harta maupun yang selain harta.

Apa sajakah nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kita selain harta? Tentu saja ada banyak sekali, dan niscaya kita tidak akan mampu untuk menyebut semuanya. Namun di sini saya akan menuliskan tiga saja dari sekian banyak nikmat dari Allah yang telah diberikan kepada kita:

1. Dimudahkan dalam Melaksanakan Ibadah dan Merasa Berat ketika akan melaksanakan Maksiat

Saudara-saudaraku, ketahuilah bahwasanya kemudahan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah merupakan nikmat yang sangat besar. Begitu pula perasaan berat di dalam diri kita ketika kita akan melaksanakan maksiat. Hal ini pun merupakan sebuah nikmat yang sangat besar yang jarang kita syukuri, bahkan kita menganggap hal tersebut merupakan hal yang biasa.

Sadarkah kita, bahwa kita telah banyak mendapatkan kemudahan dari Allah dalam melaksanakan ibadah. Kita dimudahkan dalam melangkahkan kaki kita ke masjid untuk melakukan sholat berjamaah, dimudahkan untuk mendatangi majelis-majelis ilmu, dimudahkan untuk membaca buku dan artikel keilmuan yang bermanfaat, dimudahkan untuk berbakti pada keluarga, dimudahkan dalam menafkahkan harta di jalan Allah, dan dimudahkan untuk berakhlak baik kepada manusia. Apakah kita berpikir bahwa semua kemudahan itu merupakan usaha kita sendiri? Ketahuilah bahwa semua kemudahan itu datang dari Allah. Tidakkah kita bisa membayangkan apabila nikmat-nikmat tersebut dicabut dari kita semua? 

Selain itu, perasaan berat ketika kita akan melaksanakan maksiat. Coba kita bayangkan, apakah sempat terpikir bagi kita untuk meninggalkan sholat lima waktu? Pasti hati ini merasa berat apabila kita meninggalkannya. Ketahuilah, bahwa perasaan berat ini merupakan nikmat dari Allah. Begitu pula kita akan merasa bersalah ketika akan mencuri, membunuh, minum arak, dan lain sebagainya. Apakah kita berpikir perasaan bersalah ini muncul hanya dari diri kita? Ketahuilah, bahwa perasaan berat dan bersalah ini merupakan nikmat yang sangat besar dari Allah, melebihi harta dunia.

Semoga kita dapat mensyukuri nikmat yang besar ini dan terus berdoa semoga nikmat ini tidak dicabut dari diri kita.

2. Nikmat Kesehatan, terutama Nikmat Mata

Ketahuilah saudara-saudaraku, bahwa nikmat kesehatan yang kita miliki, terutama nikmat penglihatan, merupakan nikmat yang sangat besar yang diberikan kepada Allah kepada kita. Dan ini merupakan nikmat yang jauh lebih utama dibandingkan rumah besar, kendaraan yang mewah, dan perhiasan emas. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang bersedia untuk menukar penglihatan yang dia miliki dengan seluruh harta yang ada di atas.

Sebab dengan penglihatan, kita dapat melihat nikmat-nikmat Allah yang lain, termasuk harta. Apa gunanya harta melimpah yang kita miliki, jika kita tidak dapat menikmatinya karena tidak memiliki kesehatan dan penglihatan?

Fudhail bin Iyadh Rahimahullah,  seorang tabi’in, menangis pada suatu malam saat membaca ayat Al-Qur’an

أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْن ِوَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ

Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata dan lidah serta sepasang bibir?” (Al-Balad 8-9)

Kemudian beliau ditanya: “Mengapa menangis?”

Ia menjawab, “Apakah engkau pernah bermalam pada suatu malam dalam keadaan bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla yang telah menciptakan dua mata untukmu kemudian engkau melihat dengan keduanya? Apakah engkau pernah bermalam pada suatu malam dalam keadaan bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla yang telah menciptakan lidah untukmu sehingga engkau bisa berbicara dengannya?”

3. Seseorang Tidak diberi Kesempatan untuk Berbuat Maksiat

Kita terkadang melihat berbagai macam pelaku maksiat di sekitar kita. Baik itu di lingkungan kehidupan kita maupun melalui media massa. Kita melihat ada begitu banyak pelaku korupsi, teroris yang membunuh banyak nyawa, pembunuh, pezina, dan lain sebagainya. Namun pernahkah kita berpikir dan bersyukur, bahwa kita tidak ditakdirkan untuk berada di posisi mereka?

Misal ketika kita melihat seorang Pekerja Seks Komersial (PSK), yang harus menggadaikan kehormatan dan terus menerus melakukan dosa besar (zina) dalam kehidupannya, pernahkah kita bersyukur bahwa kita tidak diberi kesempatan untuk berbuat hal tersebut? Begitu pula jika kita melihat seorang musisi, di mana dia harus melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah (musik) untuk menghidupi dirinya. Pernahkah kita bersyukur kepada Allah, karena kita dicukupkan untuk menghidupi diri sendiri dengan cara yang halal?

Betapa besar nikmat ini, yang jika nikmat ini dicabut dari diri kita,  maka kita tidak akan bisa membayangkan seperti apa  beratnya kehidupan kita ini.

Saudaraku, ada begitu banyak nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita selain harta. Bahkan harta yang kita miliki, seperti rumah yang megah, mobil yang mewah, dan uang yang melimpah, sejatinya hal itu bukan merupakan harta kita. Jika kita meninggal dunia pada hari ini, maka harta tersebut hanya akan menjadi milik ahli waris kita. Harta kita yang hakiki adalah harta yang kita sedekahkan di jalan Allah.

Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat yang diberikan kepada kita.

Catatan kajian Ustadz Ahmad Zainuddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s