10 Hal yang Tidak Mendatangkan Manfaat

Dikutip dari kitab Al-Fawaid Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah.

1. Ilmu yang tidak diamalkan

Kita harus menuntut ilmu untuk diamalkan, karena nantinya kita akan ditanya untuk apa ilmu yang kita miliki diamalkan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

Tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga dia ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, dan tentang ilmunya; apa yang telah dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan untuk apa dia belanjakan, dan ditanya tentang jasadnya; untuk apa dia gunakan

Semakin kita menuntut ilmu, maka iman kita akan bertambah. Begitu pula akhlak terhadap orangtua dan guru. Sholat kita pun akan bertambah baik. 

2. Amal yang tidak ada keikhlasan dan tidak mengikuti contoh Rasulullah

Seperti yang telah kita ketahui bahwa ada dua syarat diterimanya amal, yaitu ikhlas dalam beramal dan mengikuti contoh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam beramal. Ketika kita beramal yang tidak mengikuti contoh tersebut maka hal tersebut akan menjadi sia-sia.

3. Harta yang tidak diinfaqkan, orang yang mengumpulkannya tidak bisa menikmatinya di dunia dan dia tidak pula mempersiapkan dirinya untuk menghadap Allah di hari akhir

Jika harta hanya dikumpulkan di rumah tanpa dimanfaatkan, tentunya hal itu akan menjadi sesuatu yang sia-sia. Padahal harta itu hanyalah sesuatu yang bersifat sementara dan tidak akan dapat mendatangkan kebahagiaan. Apalagi jika tidak sedikitpun dari harta itu diinfaqkan di jalan Allah. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا؛ وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Tidaklah suatu hari di mana hamba-hamba Allah masuk di pagi hari, melainkan selalu turun dua malaikat. Salah satu dari keduanya berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi mereka yang berinfak.’ Adapun malaikat kedua dia berdoa: ‘Ya Allah, berilah kebinasaan bagi mereka yang menahan sedekah.

Dari doa para malaikat tersebut, kita pun meyakini bahwa sedekah sama sekali tidak mengurangi harta. maka hadiahkanlah hartamu, jangan hanya disimpan! Sebagaimana firman Allah:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian.” (QS. Al Munafiqun: 10).

4. Hati yang kosong dari kecintaan kepada Allah, kerinduan kepada-Nya dan kenyamanan ketika ada di dekat-Nya. 

Cinta kita kepada Allah harus melebihi cinta orang kafir kepada berhala mereka. Allah berfirman:

 وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah” (QS al-Baqarah: 165)

Dan kecintaan kepada Allah ini merupakan nikmat yang dimiliki oleh hamba untuk merasakan lezatnya iman. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ وَطَعْمَهُ: أَنْ يَكُونَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ فِي اللهِ وَأَنْ يَبْغُضَ فِي اللهِ، وَأَنْ تُوقَدَ نَارٌ عَظِيمَةٌ فَيَقَعَ فِيهَا أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يُشْرِكَ بِاللهِ شَيْئًا

Tiga hal yang jika ada pada seseorang, ia akan merasakan manis dan lezatnya iman:

(1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya;

(2) ia mencintai karena Allah l dan membenci karena Allah; dan

(3) seandainya api yang sangat besar dinyalakan lalu ia dilemparkan ke dalamnya, itu lebih ia sukai daripada menyekutukan Allah.

5. Badan yang tidak digunakan untuk taat kepada Allah dan beribadah kepada-Nya

Badan yang hanya dilakukan untuk kepentingan duniawi tanpa melakukan ibadah termasuk suatu kesia-siaan yang sangat besar. Tidak jarang kita temui manusia yang sangat gemar memelihara kebugaran badannya untuk olah raga. Namun ketika mereka diajak untuk beribadah, mereka enggan.

6. Cinta yang tidak terikat dengan keridhoan Allah dan tidak terkait dengan pelaksanaan perintah-perintah-Nya

Seorang muslim tidak boleh mencintai segala sesuatu yang melanggar syariat Allah dan juga tidak terikat dengan keridhoan Allah. Sehingga kecintaan terhadap segala sesuatu harus mengacu kepada syariat dan juga keridhoan Allah.

7. Waktu yang tidak digunakan untuk mengejar amal yang ditinggalkan di masa lalu dan tidak dilakukan untuk mengerjakan amal sholeh yang dapat mendekatkan diri pada Allah

Betapa banyak waktu yang terbuang sia-sia dalam hidup kita. Jauhilah perbuatan sia-sia dan juga jauhilah saling berbantahan. Allah Ta’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3)

8. Pikiran yang menerawang kepada hal sia-sia dan tidak ada manfaatnya

Dalam kitab tersebut Ibnul Qoyyim juga menyebutkan contoh pikiran yang sia-sia, seperti:

  • memikirkan strategi catur, dan jelas bahwa hukum catur adalah haram
  • irama musik
  • disiplin ilmu yang tidak memberi manfaat baik di dunia maupun di akhirat
  • kelezatan duniawi/syahwat
  • memikirkan masalah orang lain, dan hal ini masih banyak dilakukan oleh kaum muslimin

9. Membantu orang yang tidak dapat mendekatkan dirimu pada Allah dan tidak pula bermanfaat bagi kepentingan duniamu

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِيْ عَوْنِ أَخِيْهِ. وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ. وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِيْ بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ، إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرَعْ بِهِ نَسَبُهُ

Barangsiapa yang melepaskan dari orang mukmin satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan dunia, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan hari kiamat. Barangsiapa yang memudahkan orang yang kesukaran pasti Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib saudaranya pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu pasti Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah dari rumah-rumah Allah, membaca dan mempelajari kitab Allah diantara mereka, kecuali turun kepada mereka sakinah dan mereka diliputi rahmat serta dinaungi malaikat. Allah menyebut mereka di majelis-Nya. Barangsiapa yang diperlambat oleh amalannya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya.

10. Takut dan mengarap pada makhluk yang ubun-ubunnya berada di tangan Allah, tidak memberi manfaat, tidak berkuasa mematikan, menghidupkan, dan membangkitkan di hari akhir.

Janganlah takut kepada manusia, dan janganlah berharap kepada manusia. Harapan kepada manusia hanya akan berakhir pada kekecewaan.

Dan Kesia-siaan paling besar ada dua:

1. Menyia-nyiakan hati; mengutamakan dunia atas akhirat

2. Menyia-nyiakan waktu; terlalu banyak angan-angan

Catatan kajian Ustadz Yazid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s